Program FORMASI Disabilitas

Rencana Kerja

Forum Masyarakat Pemantau Untuk Indonesia Inklusif Disabilitas

(FORMASI Disabilitas)

2021 – 2022

Apa dan Mengapa FORMASI Disabilitas

Forum Masyarakat Sipil Pemantau untuk Indonesia Inklusif Disabilitas (FORMASI Disabilitas) merupakan sebuah forum terbuka yang dimaksudkan sebagai wadah bagi individu maupun organisasi yang memiliki perhatian terhadap Pemenuhan hak penyandang Disabilitas Untuk secara kolektif melakukan pemantauan atas Pemenuhan hak penyandang Disabilitas. FORMASI Disabilitas dideklarasikan pada 7 Mei 2021 sebagai bentuk kontribusi masyarakat sipil untuk mendukung upaya pemenuhan hak penyandang disabilitas di Indonesia.

Terbentuknya FORMASI Disabilitas merupakan hasil dari serangkaian proses panjang penyusunan indikator Pemenuhan hak penyandang Disabilitas yang telah dimulai sejak tahun 2018 oleh Jaringan aktivis dan organisasi Disabilitas. Setelah tersusunnya indikator Pemenuhan hak penyandang Disabilitas dan alat pemantauannya, yang telah memperoleh persetujuan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) dan Kantor Staf Kepresidenan (KSP), dipandang perlu adanya sebuah wadah yang terus mempromosikan pemantauan secara kolektif Pemenuhan hak penyandang Disabilitas, serta terus mengembangkan indikator Pemenuhan hak penyandang Disabilitas dan alat pemantauannya. Untuk maksud dan tujuan itulah, FORMASI Disabilitas digagas hingga terbentuk pada Mei 2021.

Tujuan

Terbentuknya FORMASI Disabilitas bertujuan untuk:

  1. Mempromosikan terbangunnya upaya monitoring pemenuhan hak penyandang Disabilitas oleh pemerintah maupun masyarakat sipil secara berkelanjutan, transparan, akuntabel, koordinatif dan kolaboratif dengan memanfaatkan instrumen indikator pemenuhan hak penyandang disabilitas dan alat pemantauannya.
  2. Membangun kapasitas aktivis dan organisasi penyandang disabilitas, maupun maupun pihak terkait lainnya, dalam hal melakukan pemantauan hak penyandang Disabilitas, mendiseminasikan, serta memanfaatkan hasil pemantauan sebagai alat dan arah advokasi kebijakan di tingkat lokal dan nasional.
  3. Melanjutkan pengembangan dan pemanfaatan indikator pemenuhan hak penyandang disabilitas dan alat pemantauannya.

Hasil yang Diharapkan (2022)

Sejalan dengan tujuan di atas, dalam satu tahun ke depan hingga akhir tahun 2022, FORMASI Disabilitas berupaya untuk dapat menghasilkan, atau berkontribusi pada hal-hal Berikut:

  1. Terbangunnya kerjasama dengan pemerintah dan Lembaga pengawasan HAM dan pelayanan publik dalam hal pemantauan pemenuhan hak penyandang disabilitas.
  2. Meningkatnya kapasitas organisasi dan individu aktivis penyandang disabilitas dalam menyelenggarakan pemantauan pemenuhan hak penyandang disabilitas.
  3. Tersusunnya laporan tahunan status pemenuhan hak dan inklusi penyandang disabilitas di Indonesia.

Rencana Kerja Tahun 2021 – 2022

Untuk mencapai hasil-hasil di atas, Berikut adalah bidang kerja / divisi dan Rencana kerja FORMASI Disabilitas pada tahun 2021 – 2022.

Divisi Pemantauan, Pengembangan dan Penguatan Kapasitas

  1. Meningkatkan kapasitas DPO, individu, maupun lembaga pemerintah dalam memanfaatkan indikator pemenuhan hak penyandang disabilitas sebagai alat pemantauan pemenuhan hak penyandang disabilitas.
  2. Menyusun Catatan tahunan pemenuhan hak penyandang disabilitas di Indonesia tahun 2021.
  3. Mengembangkan platform daring tools dan database pemantauan pemenuhan hak penyandang disabilitas.

Divisi Pengembangan Jaringan dan Komunikasi Strategis

  1. Menindak-lanjuti penyampaian tanggapan oleh K/L dalam launching DRI 28 April 2021
  2. Mendorong kerjasama dengan SEKBER RANHAM dan BAPPENAS dalam kerangka penguatan kapasitas dan pemanfaatan DRI untuk memonitor RANHAM dan RAN PD.
  3. Menindak-lanjuti gagasan penyusunan index pembangunan inklusif dan pengarusutamaan DRI dalam akademi SDGS bersama BAPPENAS
  4. Menyelenggarakan workshop kemitraan pengenalan DRI kepada mitra pembangunan, dukungan AIPJ2, BAPPENAS dan KSP.
  5. Membangun komunikasi strategis dengan konsorsium INFID dan HRWG untuk pengarusutamaan DRI.
  6. Membangun komunikasi dengan DRJEN BANGDA dalam rangka pengarusutamaan DRI kepada pemerintah daerah.
  7. Membangun komunikasi dan koordinasi dengan Jaringan DPOs, forum keberagaman, forum buruh, serta forum dan pegiat gender.
  8. Membangun komunikasi dan jejaringan dengan parlemen.

Divisi Keanggotaan, Pengelolaan Data dan Informasi

  1. Merancang dan melaksanakan sistem pengelolaan data dan informasi di dalam FORMASI Disabilitas.
  2. Merancang dan melaksanakan pengelolaan website dan media sosial FORMASI Disabilitas.
  3. Mengelola produksi materi komunikasi dan pengetahuan dan memastikan aksesibilitasnya.
  4. Mengkoordinir kegiatan koordinasi dan penguatan kapasitas Anggota FORMASI Disabilitas

Divisi Monitoring, Evaluasi dan Pembelajaran

  1. Melaksanakan penguatan kapasitas tentang monitoring dan evaluasi bagi Pengurus dan Anggota FORMASI Disabilitas.
  2. Merancang dan mengkoordinir pelaksanaan sistem monitoring, evaluasi dan pembelajaran atas kinerja FORMASI Disabilitas.
  3. Mendokumentasikan dan melakukan analisa atas kinerja FORMASI Disabilitas dan capaiannya.
  4. Mengkoordinir penyusunan laporan tahunan FORMASI Disabilitas dan mendiseminasikannya.

Divisi Kesekretariatan

  1. Pengelolaan surat keluar dan surat masuk termasuk email lembaga.
  2. Penyediaan kelengkapan administrasi sebelum pelaksanaan kegiatan
  3. Melakukan compile kelengkapan administrasi meliputi daftar hadir peserta, daftar hadir narasumber, daftar hadir weekly meeting, dan hasil pre-test dan post test pada training
  4. Notula kegiatan
  5. Dokumentasi/foto kegiatan
  6. Penyediaan interpreter
  7. Membuat kebijakan branding dan penggunaan logo FORMASI Disabilitas